PENGARUH KOMPRES HANGAT AIR SERAI TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI LEMBANG EMBATAU KECAMATAN TIKALA TAHUN 2021
Abstract
Latar Belakang:
Artritis rhematoid merupakan suatu penyakit autoimun yang menyerang jaringan yang melapisi sendi sehingga mengakibatkan nyeri, pembengkakan, peradangan dan kerusakan pada sendi. Manajemen nyeri dapat diatasi dengan terapi non farmakologis salah satunya adalah kompres hangat air serai. Kompres hangat berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan melancarkan sirkulasi darah, sehingga dapat mengurangi kekakuan dan menurunkan sensasi rasa nyeri.
Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat air serai terhadap penurunan intesitas nyeri arthritis rheumatoid pada lansia di Lembang Embatau Kecamatan Tikala tahun 2021.
Metode:
Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juli 2021. Desain penelitian ini adalah quasi ekperimental pre-post design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah populasi sebanyak 21 dan sampel 11 orang. pengukuran skala nyeri arthritis rheumatoid menggunakan Numeric Ranting Scale.
Hasil:
Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden berusia 60-80 tahun sebanyak 6 orang (54.5%), sebanyak 7 orang (63.6%) berjenis kelamin laki-laki, sebelum dilakukan intervensi 6 orang (54.5%) dengan nyeri sedang skala 4-7, kemudia setelah dilakukan penelitian diperoleh mayoritas nyeri ringan sebanyak 9 orang (81.8%). Hasil ujitberpasangan diperoleh nilai (p= 0,000) < α (0,05).
Kesimpulan:
Kesimpulan penelitian ini bahwa ada pengaruh kompres hangat air serai terhadap penurunan intensitas nyeri arthiritis rheumatoid pada lansia. Diharapkan kepada lansia dapat memanfaatkan tanaman serai untuk menurunkan nyeri arthritis rheumatoid.
Downloads
References
Ekawati. (2012). Faktor-faktor pencetus rheumatoid arthritis.
Fera Bawarodi dkk. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kekambuhan penyakit rematik di wilaya puskesmas beo kabupaten talaut . Manado.
Kumboyono dkk. (2013). Hubungan tingkat kemandirian dengan tingkat stress pada lansia di rw.09 kelurahan bunulrejo. Malang: http;old.fk.ub.ac.id/artikel/id/filedownload/keperawatan/makalah rizal.pdf.diakses 23 april 2014.
Maharini. (2012). Everything Health Guide to Arthritis. Jakarta: Adam Media.
Novi Dwi Yanti dkk. (2019). Efektivitas kompres rebusan serai hangat dan kayu manis hangat terhadap penurunan skala nyeri rheumatoid artritis di panti sosial tresna werdha nirwana puri samarinda. Samarinda.
Parimpung, Y. P. (2018). Pengaruh Terapi back massage terhadap intensitas nyeri rheumatoid arthritis pada lansia di puskesmas rantepangli kabupaten toraja utara. rantepao.
Rinajumita. (2011). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kemandirian lansia di wilayah kerja puskesmas lampasi kecamatan payakubuh utara . Sumatera Barat.
RISKESDES, R. K. (2013). Hasil Riskesdes. Jakarta: Badan Litbangkes,DEPKES RI,2013.
Sarah, M. (2018). Pengaruh kompres serai hangat terhadap penurunan intensitas nyeri artritis rhematoid pada lanjut usia di panti jompo graha residen senior karya kasih . Medan: Jurnal Mutiara Ners, 238-243.
Sarma, A. (2020). Efektivitas Kompres Hangat Rebusan Air serai Terhadap Penurunan Nyeri Rheumatoid Artritis Pada Lansia di Puskesmas Deli Tua . Deli Serdang.
Wijayakusuma, H. (2007). Tanaman berkasiat obat di Indonesia. Jakarta.
Wurangian. (2014). Pengaruh kompres hangat terhadap penurunan skala nyeri pada penderita guot arthritis di wilayah kerja puskesmas bahu . Manado.
Yurida Olviani. (2020). Pengaruh Kompres Hangat Air Serai Terhadap Penurunan Nyeri Artritis Rheumatoid Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sejahtera Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarbaru: Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan vol 11 No.1 Juli 2020 (ISSN:2086-3454 EISSN:2549-4058).
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.




