PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG STUNTING DI POSYANDU BALITA RANTE

  • Olgrid Algarini Allo Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja
  • Yusan Pabebang Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja
  • Adriana Mapandin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja
Keywords: Stunting, Balita.

Abstract

Penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit. Anak stunting berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

Setelah dilakukan penyuluhan tentang stunting pada ibu balita diharapkan dapat meningkatkan kemammpuannya dalam mengenali masalah kesehatan, menggorganisasikan potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk mengatasi terjadinya stunting.

Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab yang diselenggarakan di Posyandu Balita Rante  wilayah kerja PKM Rantebua.

Sasaran kegiatan yaitu sebanyak  60 orang peserta. Adapun peserta yang hadir adalah sebanyak 40 orang. Dalam kegiatan ini peserta tampak antusias mengikuti kegiatan penyuluhan ini, tampak ada beberapa peserta yang bertanya kepada narasumber.

Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja. Kegiatan pengabdian berjudul Penyuluhan Kesehatan TentangStunting di Posyandu Balita Rante wiyah kerja PKM Rantebua.. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 1 hari.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Lamid A. Masalah Kependekan (Stunting) Pada Anak Balita: Analisis Prospek Penanggulangan di Indonesia. Buletin Jendela Data Dan Informasi Kesehatan. 2018.

WHO. Nutrition Landscape Information System (NLIS) Country Profile Indicators. Interpretation Guide Switzerland: WHO Press; 2010.

Azrimaidaliza, Nursal DG, Rahmy HA, Asri R. Characteristics of Stunted Children Aged 24-36 Months in Padang City. Malaysian Journal of Public Health Medicine. 2019.

Kementerian Kesehatan RI. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Prevalensi Balita Stunting di Sumatera Barat Tahun 2017. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, 2017.

Dinas Kesehatan Kota Padang. Prevalensi Balita Stunting di Kota Padang Tahun 2017. Dinas Kesehatan Kota Padang, 2017.

Rahmayana, Ibrahim I, Damayanti D. Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan di Posyandu Asoka II Wilayah Pesisir Kelurahan Barombong Kecamatan Tamalate Kota Makasar Tahun 2014. Public Health Science Journal. 2014;1(2).

Azrimaidaliza A, Nurmy K, Edison E. Pengetahuan dan Sikap Ibu Mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Kelurahan Koto Lalang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. 2012;7(1):2-9.

Azrimaidaliza, Asri R, Handesti M, Lisnayenti Y. Promosi Makanan Sehat dan Bergizi Dalam Upaya Peningkatan Status Gizi Ibu Hamil. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat. 2017;1(2):67-74.

Renyoet B, Hadju V, Rochimiwati S. Hubungan Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Anak Usia 6-23 Bulan Di Wilayah Pesisir Kecamatan Tallo Kota Makassar. Repository Hasanuddin University. 2013.

Azrimaidaliza, Asri R. The Estimation of Maternal Weight Gain During Pregnancy With Birth Weight. Malaysian Journal of Nutrition. 2017.

Gemala I, Sulastri D, Azrimaidaliza. Perkembangan Anak Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Kecamatan Padang Timur Padang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas. 2008;3(1):13-5.
Published
2023-06-30
How to Cite
Algarini Allo, O., Pabebang, Y., & Mapandin, A. (2023). PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG STUNTING DI POSYANDU BALITA RANTE. Jurnal Pengabdian Kesehatan Promotif, 1(2), 15-19. Retrieved from https://journal.stikestanatoraja.ac.id/jpkp/article/view/127

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>