Pengaruh Nyeri haid (Dismenorhea) terhadap aktivitas belajar pada remaja putri di SMAN 4 Toraja Utara

  • Valentina Saalino Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja
  • Lusiana Sampe Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja
  • Ratma Rante Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja
Keywords: Nyeri Haid (Dismenorhea), Aktivitas Belajar

Abstract

 

Remaja yang mengalami nyeri pada saat menstruasi membatasi aktivitas sehari-harinya termasuk aktivitas belajar, sehingga aktivitas belajar bisa terganggu dan konsenterasi  menjadi menurun. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengeruhi penurunan prestasi siwa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh nyeri haid (dismenorhea) terhadap aktivitas belajar pada remaja putri di SMA Negeri 4 Toraja Utara.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan desain kohort retrospektif, populasi penelitian semua siswi kelas X SMA Negeri 4 Toraja Utara dengan jumlah sampel 82 yang diambil dengan teknik purposive sampling, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar kuesioner. Analisa data dilakukan dengan bantuan SPSS 2.5.0 menggunakan  uji statistik Chi-Square.

Hasil penelitian dari 82 responden, didapat responden dengan aktivitas belajar tidak terganggu dan merasa nyeri haid ringan 57 orang (69,5%), sedangkan responden nyeri haid sedang  yang memiliki aktivitas terganggu sebanyak 4 orang (4,9%), dan  responden  nyeri haid berat yang memiliki aktivitas terganggu sebanyak 3 orang (3,7%). Sehingga diperoleh nilai p=0,000

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh terhadap nyeri haid (Dismenorhea) terhadap aktivitas belajar pada remaja putri di SMA Negeri 4 Toraja Utara 2021. Siswi yang mengalami nyeri haid berat aktivitas belajar terganggu beresiko mengalami penurunan konsenterasi dan penurunan prestasi belajar dikelas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A, F. (2015). Pengaruh Dismenore terhadap Aktifitas Fisik. jurnal Agromedicine, 2(3), 1-8.
Agnes Nursafa, S. A. (2010). penurunan skala nyeri haid pada remaja putri dengan senam dysmenorhe. jakarta.
Agustin, M. (2012). hubungan antara tingkat dismenore dengan tingkat stres pada mahasiswa akper as-syaftiyah jakarta . jakarta.
Alimuddin, A. (2017). Hubungan Dismenorea Dengan Aktifitas Belajar Mahasiswa Prodi Div Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kendari.
Barus, E. M. (2018). perbandingan tingkat nyeri haid(dismenorea)sebelum dan sesudah hipnoterapi pada mahasiswa kebidanan DIII tingkat 1 di poltekkes kemenkes medan pada tahun 2018. medan.
Chomaria, N. (2017). angka kejadian dismenore. jurnal aflat vol.4 no.2 , 603-610.
Dharma, K. K. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta Timur: Trans Info Media.
Diedrich. (2012). Aktifitas Belajar. jurnal pendidikan ilmiah, 2-4.
Djamal, S. B. (2016). strategi belajar mengajar. 9-23.
Fadila, A. (2015). pengaruh Dismenore Terhadap Aktifitas Fisik. Lampung: Fakultas kedokteran universitas lampung .
Fahmi. (2014). Hubungan antara dismenore dengan usia manarce dan indeks massa tubuh. journal kebidanan, 34-37.
Hanum, D. F. (2018). hubungan dismenore dengan aktifitas belajar mahasiswa akademi kenidanan delima persada gresik. delima persada gresik.
Indrawati, D. P. (2019). efektifitas terapi murottal terhadap nyeri dismenore pada remaja putri di sma negeri 2 bangkinang kota. bangkinang kota.
Judha, M. (2012). teori pengukuran nyeri dan nyeri persalinan. 1-53.
Khairunnisa, D. N. (2017). Hubungan aktifitas fisik dengan nyeri haid (Dismenorea). jurnal Averrous,3(1), 10-20.
Lestari, L. (2017). Hubungan nyeri haid (Dismenorea) dengan aktifitas belajar sehari-hari pada remaja putri kelas VII DI SMPN 3 Pulung. jurnal delima harapan vol 9 no 8, 24-31.
Moch, S. A. (2012). hubungan antara nyeri haid(dismenore) terhadap aktifitas belajar pada siswi kelas xI SMA NEGARA 52 JAKARTA.
Ningsih. (2011). Gambaran skala nyeri haid pada usia remaja . jurnal keperawatan Aisyiyah, volume 2, nomor 2,desember 2015, 603-610.
Nursafa, A. (2010). penurunan skala nyeri haid pada remaja putri dengan senam Dysmenorhea . 1-8.
Nursalam. (2011). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Polit, D. (2012). Nursing Research. Philadelphia Lippincott: Williams & Wilkins.
rohma, K. (2016). hubungan antara faktor sosiodemografi dan sikap dalam menghadapi kejadian dismenorea pada remaja putri di sman 1 suboh situbondo, 3.
Rokhanawati, H. T. (2011). hubungan dismenorea terhadap aktifitas belajar siswi SMA Muhammadiyah. journal kebidanan, 34-38.
Saguni, F. C. (2013). hubungan dismenorea dengan aktifitas belajar remaja putri di SMA kristen 1 tomoho . jurnal keperawatan , 1-8.
Sarwono, S. (2012). psikologi remaja. jurnal aflat vol 4 no. 2 tahun 2018, 603-610.
Sophia, F. M. (2013). faktor-faktor yang mempengaruhi. jurnal kesmas Indonesia, volume 8 no 1, januari 2016, , 40-48.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Sulistyorini, S. S. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian dismenore primer pada siswi sma pgri 2 palembang . journalstikesmp.ac.id,volume 5, 1-8.
Wardhani, A. K. (2018). hubungan tingkat pengetahuan nyeri haid dengan kesiapan remaja putri menghadapi menarche pada siswi kelas IV dan V sdn 1 purworejo madiun. 1.
Yani Widyastuti, A. R. (2011). kesehatan repoduksi. jurnal aflat vol.4 no.2 tahun 2018, 603-611.
Yelmi Reni Putri, R. D. (2019). Efektifitas pengaruh streaching exercise dan kompres hangat terhadap intensitas nyeri dismenorea. REAL in Nursing Journal , 38-39.
Published
2023-12-07
How to Cite
Saalino, V., Sampe, L., & Rante, R. (2023). Pengaruh Nyeri haid (Dismenorhea) terhadap aktivitas belajar pada remaja putri di SMAN 4 Toraja Utara. Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif, 8(1), 26-39. https://doi.org/10.56437/jikp.v8i1.135

Most read articles by the same author(s)