HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI IBU DENGAN KEPATUHAN IMUNISASI PADA BALITA DI LEMBANG TONDON WILAYAH KERJA PUSKESMAS TONDON KAB. TORAJA UTARA TAHUN 2021
Abstract
Imunisasi sangat penting diberikan pada anak sejak lahir untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan pada bayi akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Masih belum optimalnya cakupan imunisasi di beberapa daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya faktor predisposisi yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan serta nilai–nilai. hubungan pengetahuan dan motivasi ibu dengan kepatuhan imunisasi pada balita di lembang Tondon wilayah kerja Puskesmas Tondon Kabupaten Toraja Utara Tahun 2021.
Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Retrospektif dengan pendekatan cross sectional yang merupakan pendekatan dimana pengambilan data variabel independen dan dependen dilakukan secara bersamaan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita di lembang Tondon sebanyak 97 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Aprili-Agustus 2021. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dan buku KMS balita
Analisis yang digunakan Pearson Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang imunisasi, mayoritas kategori baik sebanyak 60 responden (61,9%), Motivasi ibu dalam pemberian imunisasi mayoritas pada kategori tinggi sebanyak 71 responden (65,9%), dan Kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi pada balita mayoritas kategori patuh sebanyak 63 (64,9). Hasil analisis didapatkan ada Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Ibu Dengan Kepatuhan Imunisasi Pada Balita Di Lembang Tondon Wilayah Kerja Puskesmas Tondon Kab. Toraja Utara Tahun 2021. Pada variabel pengetahuan nilai p value : 0,002 (< 0,05) dan pada variabel motivasi nilai p value : 0,000 (< : 0,05).
Disarankan perlu adanya pendidikan kesehatan khususnya pada keluarga, karena keluarga memiliki peran utama sebagai pengambil keputusan dalam memelihara kesehatan anggota keluarga, salah satunya dengan memberikan imunisasi dasar secara lengkap dan tepat waktu pada anak.
Downloads
References
Arikunto. (2017). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Ayubi, D. (2011). Kontribusi Ibu Terhadap Status Imunisasi Anak di Tujuh Provinsi di Indonesia. Jurnal Pembangunan Manusia.
Azwar. (2015). Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Budiman, & Agus, R. (2014). Kapita Selekta : Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
Chuty, S., & Sungatini, T. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Imunisasi Di Desa Gampingan Kecamatan Pagak. Malang: Universitas Tribhuwana Tunggadewi.
Depkes RI. (2012). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta.
Dinkes Sulsel. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Makassar: Dinkes Sulsel.
Effendi, N. (2019). TingkatanPengetahuan. Jakarta: Salemba Medika.
Halodoc. (2021). 5 Dampak Negatif Jika Bayi Tidak Imunisasi. Jakarta: Redaksi Halodoc.
Handayani. (2013). Determinan Pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta jamkesnas di puskesmas medan helvetia tahun 2013. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Harmasdiyani. (2015). Pengaruh Karakteristik Ibu Terhadap Ketidakpatuhan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Bawah Dua Tahun. Jurnal Berkala Epidemiologi.
Hasibuan. (2013). Organisasi dan Motivasi Dasar Peningkatan Produktifitas. Jakarta: Bumi Aksara.
Ismet, F. (2013). Analisis Faktor-Faktor yang Berhuungan Dengan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Balita Di Desa Botubarani Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolago : Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Dan Keolahragaan, Universitas Negeri Gorontalo.
Istriyati. (2011). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Di Desa Kumpulrejo Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. Salatiga: Skripsi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri.
Kemenkes RI. (2012). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. Jakarta.
Kemenkes RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta.
Kemenkes RI. (2020). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lestari, L. T., Muharyani, P. W., & Hikayati. (2019). Determinan Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi. Palembang: Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya.
Lisdayanti. (2018). Keluarga Sehat : Dampak Ibu Bekerja Pada Anak. Jakarta: Wordpress.
Marmi, & Kukuh. (2015). Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mawar, R. (2016). Analisis Faktor Penyebab Pencapaian Imunisasi Bayi Yang Rendah Di Puskesmas Kabuh Jimbang. Jawa Timur: UNAIR.
Merlin, S., Aswita, & Resyana, H. (2019). Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Tawanga Kabupaten Konawe. Konawe: Poltekes Kemenkes Kendari.
Mubarok, W. I. (2011). Promosi Kesehatan : Sebuah Pengantar Proses Belajar Mengajar dalam Pendidikan. Jakarta: Salemba Medika.
Mulyanti, Y. (2011). aktor-faktor Internal Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Balita Usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Situ Gintung Ciputat. Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah.
Notoadmodjo. (2012). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoadmojo. (2017). Promosi Kesehatan dan Prilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2015). Promosi Kesehatan : Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2017). Ilmu Kesehatan Masyarakat : Prinsip-prinsip Dasar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Nugroho, J. P. (2012). Hubungan tingkat pengetahuan, usia dan pekerjaan ibu dengan status imunisasi dasar bayi di desa Japanan Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten. Klaten: UMS Surakarta.
Nursalam, & Efendi, F. (2018). Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Polit, D. (2012). Nursing Research. Philadelphia Lippincott: Williams & Wilkins.
Proverawati, A., & Ismawati, C. (2011). Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). . Yogyakarta: Nuha Medika.
Pusdatin Kemenkes RI. (2017). Situasi Imunisasi di Indonesia. Jakarta: Pusdatin.
Quinn. (2012). Strategies for Change in The : Mintsberg, H & Quinn J.B. (Eds). The Strategy Process : Concept, context, sases. Printice Hall International.
Ranuh dkk. (2017). Pedoman Imunisasi di Indonesia. Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Riskesdas. (2018). Badan Penelitian dan. Pengembangan. Kesehatan. Kementerian. RI. Jakarta.
Sayoga. (2017). Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat terhadap penggunaan APD. Jakarta.
Sediaoetama, A. D. (2011). Ilmu Gizi. Jakarta: Dian Rakyat.
Setiadi. (2013). Konsep dan Praktik Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Soetjiningsih. (2012). Perkembangan Anak dan Permasalahannya dalam Buku Ajar Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta: EGC.
Sudarti, & Endang, K. (2011). AsuhanKebidanan Neonatus, Bayi, Dan Anak Balita. Yogyakarta: Nuha Medika.
Sudirman, A. M. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Suhardjo. (2011). Penilaian Keadaan Gizi Mayarakat. Bogor: IPB.
Sulistiyani, P., Shaluhiyah, Z., & Cahyo, K. (2014). Gambaran Penolakan Masyarakat Terhadap Imunisasi Dasar Lengkap Bagi Balita . Semarang: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) .
Sulistyani, D. (2014). Hubungan Tingkat Kecemasan Ibu Pasca Imunisasi Dengan Motivasi Ibu Memberikan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Usia 0-12 Bulan Di Puskesmas Kedungwuni I Kabupaten Pekalongan.
Sumantri, A. (2011). Metode Penelitian Kesehatan : Edisi Pertama. Jakarta: Kencana.
Sumantri, A. (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Prenada Media Group.
Suparyanto. (2011). Konsep Kelengkapan Imunisasi. Bandung: Alfabeta.
Susila, & Suyanto. (2014). Metode Penelitian Epidemiologi Bidang Kedokteran dan Kesehatan. Yogyakarta: Bursa Ilmu.
Susilo, W. H., Aima, M., & Suprapti, F. (2014). Biostatistika Lanjut dan Aplikasi Riset. Jakarta: Trans Info Media.
Triana, V. (2015). Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Tahun 2015. Padang: Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas.
Werdiyanto, E. (2017). Harapan dalam dan Harapan Tinggi.
WHO. (2018). 10 facts on immunization. World Health Organization.
Winardi. (2017). Motivasi dan Penmotivasian dalam Manajemen : Cetakan Pertama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Yuniarto, E. (2017). Pengembangan Instrumen Penilaian Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Matematika . Malang: Likhitaprajna Jurnal Ilmiah, Volume 19,.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.




