PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TENTANG PEMBIUSAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI APENDISITISDI RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO TAHUN 2020
Abstract
Tindakan pembedahan dan anestesi merupakan tindakan yang mendatangkan stress, karena terdapat ancaman terhadap integritas tubuh dan jiwa seseorang Pendidikan kesehatan pra operasi dapat membantu pasien dan keluarga mengidentifikasi kekhawatiran yang dirasakan. Perawat kemudian dapat merencanakan intervensi keperawatan dan perawatan suportif untuk mengurangi tingkat kecemasan pasien dan membantu pasien untuk berhasil menghadapi stress yang dihadapi selama periode perioperatif.
Tujuana Penelitian ini adalahUntuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi tentang pembiusan terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi apendisitis di rumah sakit Elim Rantepao tahun 2020
Adapun jenis desain yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan one group pretest and posttest design. Populasi penelitian ini ialah pasien pre operasi appendisitis di ruang premedikasi kamar operasi RS. Elim Rantepao. Jumlah sampel 17 responden dan dibagi menjadi satu kelompok yaitu kelompok perlakuan dengan pemberian edukasi. Pengukuran tingkat kecemasan pasien menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale dengan menggunakan teknik purposif sampling. Metode pengumpulan data adalah Lembar ceklist terdiri dari 14 pertanyaan dengan 1 pertanyaan terdiri dari 4 kolom dan setiap kolom bernilai 1 dengan dicontreng.
Hasil Penelitian ini didapatkan mayoritas responden perempuan 12 (70,6%). Setelah dilakukan intervensi pada responden, didapatkan perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan pasien pre operasi appendisitis sebelum dengan sesudah diberikan edukasi tentang pembiusan (p=0,000)
Kesimpulan penelitian ini bahwa edukasi kesehatan tentang pembiusan efektif terhadap perubahan tingkat kecemasan pasien pre operasi appendisitis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya memberikan edukasi tentang pembiusan sebelum dilakukan pembedahan, serta penelitian lanjut terkait tingkat kecemasan pada pasien appendisitis yang akan di operasi.
Downloads
References
Alimul, A. (2006). Pengantar Ilmu Keperawatan Ank. Jakarta: Salemba Medika.
Arisandi, A. D., Sukesi, N., & Solechan, A. (2014). Pengaruh Pemberian Informed Consent Terhadap Tingkat Kecemasan Pada pasien Pre Operasi di RSUD Tugurejo Semarang. Semarang: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan (JKK).
Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC.
Baird, D. L., Simillis, C., & Kontovounisios, C. (2017). Acute Appendicitis. Inggris: British Medical Journal.
Bosse, Goetz, W. A., Mtatifikolo, F., Ngoli, B., & Neuner, B. (2015). Perioperative Care and the Importance of Continuous Quality Improvement : A controlled Intervention Study In Three Tanzanian Hospitals. Journal Plos One.
Brunner, & Suddarth. (2010). Text Book of Medical Surgical Nursing 12 th Edition. China: LWW.
Burkit, H., Quick, C. R., & Reed, J. B. (2009). Appendicitis In : Essential Surgery Problems, Diagnosis & Management Fourt Edition. London: Elseiver.
Craig, S. (2011). Appendicitis Treatment & Management. Emedicine, Medscape article.
Davis-Evans, C. (2013). Alleviating Anxiety and Preventing Panic Attack in The Surgical Patient. AORN Journal.
Espejo, O. d., Mejia, M. E., & Guerrero, L. H. (2014). Acute Appendicitis:Imaging Findings and Current Approach to Diagnostic Images. Colombia: Rev Colombia Radiology, vol. 25, no. 3,.
Grace, A., & Borley, R. (2009). At a Glance Ilmu Bedah Edisi 3 . Jakarta: Erlangga.
Gruendeman, & Fernsebner. (2009). Buku Ajar Keperawatan Perioperatif : Praktik Vol 2. Jakarta: EGC.
Guo Ping, M. (2012). A Preoperative Education Intervention To Reduce Anxiety and Improve Recovery Among Chines Cardiac Patients. Elseiver.
Hawari, D. (2013). Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Hidayat. (2010). Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan. Jakarta: EGC.
Hidayat, A. (2010). Metode Penelitian Kesehatan Paradigma Kuantitatif. Jakarta: Health Books.
Huber, Johannes, A. I., Herzog, W., Huber, C. G., Konyango, B., Loser, E., . . . Hohenfellner, M. (2012). Patient Views of Their Preoperative Education for radical Prostatectony : Does it Change After Surgery. Springer Science.
Jlala, H., French, J., Foxall, G., Hardman, J., & Bedforth, N. (2010). Effect of preoperarive multimedia information on perioperative anxiety in patient Undergoing Procedures under regional anaesthesia. British Journal of Anaesthesia.
Kaplan, H., & Saddock, B. (2010). Sinopsis Psikiatri. Jakarta: Bina Rupa Aksara.
Kasdu, D. (2010). Kiat Sehat dan Bahagia di Usia Menopause. Jakarta: Puspa Swara.
Latief, A. S. (2009). Petunjuk Praktis Anesthesiologi Edisi Kedua. Bagian Anesthesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.
Lemone, P., & Burke, K. (2000). Medical Surgical Nursing: critical thinking in client care. New Jersey: Prentice Hall.: Upper Saddle River.
Long, B. C. (2009). Perawatan Medikal Bedah : Suatu Pendekatan Proses Keperawatan Jilid 3. Bandung: Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan .
Lufta, & Maliya. (2009). Faktor-faktor yang mempengaruhi Kecemasan Pasien dalam tindakan kemoterapi di Rumah Sakit Dr. Moerdadi Surakarta. Berita Ilmu Keperawatan.
Mangku, G., & Senapathi, T. G. (2010). Buku Ajar Ilmu Anastesi dan Reanimasi. Jakarta: Indeks.
Mansjoer, A. (2010). Kapita Selekta Kedokteran : Edisi 3. Jakarta: Media Aesculapius.
Musfir, A.-Z. (2009). Konseling Terapi. Jakarta: Gema Insani.
Muttaqin, A., & Kumala, S. (2009). Asuhan Keperawatan Perioperatif ; Konsep, Proses dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmodjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo. (2010). Promosi Keshatan dan Ilmu Prilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo. (2012). Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Prilaku. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Nugroho, T. (2011). Asuhan Keperawatan Maternitas, Anak, Bedah dan Penyakit Dalam. Jogjakarta: Nuha Medika.
Nuratif, A. H., & Kusuma, H. (2013). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis Nanda NIC NOC. Yogyakarta: MedAction.
Nurmala. (2009). Keefektivitasan Intervensi Komunikasi Terapeutik Dalam Menurunkan Kecemasan Pasien Pre Anestesi di RSUD Muntilan. Poltekes Depkes Yogyakarta.
Petroianu, A. (2012). Diagnosis of Acute Appendicitis. International Journal of Surgery, vol. 10.
Pieter, J., Riwanto, I., & Hamami, A. H. (2017). Usus Halus, Apendiks, Kolon dan Anorektum’ in Buku Ajar Ilmu Bedah, 2nd. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Pirhonem, A., Silvennoinen, M., & Sillence, E. (2014). Patient Education as an Information System, Healthcare Tool and Interaction. Publisher of Information System Education, Vol 25.
Poter, A. P., & Perry, G. A. (2015). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses dan Praktik. Edited by Monica Ester, Devi Yulianti dan Intan Parulian ; Edisi Ke-4. Jakarta: EGC.
Potter, A. P., & Perry, G. A. (2010). Fundamental of Nursing : Edition Seven. Jakarta: Elseiver Inc : Salemba Medika.
Potter, P., & Perry, A. (2015). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: Erlangga.
Rahmayanti, E., Silahan, R. N., & Fatonah, S. (2018). Pengaruh Dukungan Spritual terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi. Jurnal Kesehatan Volume 9.
Rentea, R. M., & St. Peter, S. D. (2017). Contemporary Management of Appendicitis in Children’,. Advances in Pediatrics, vol. 64, no. 1.
Richmond, B. (2017). The Appendix’ in Sabiston Textbook of Surgery : Biological Basis Modern Surgical Practice, 20th edn, eds. C. M. Townsend, R. D. Philadelphia: Elsevier, Inc.
Robby, A., & Agustin, T. (2015). Persepsi Perawat Tentang Informasi Yang di Butuhkan Oleh Pasien BPH Praoperasi di Ruang Rawat rawat Inap Bedah III A RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada.
Sabiston, D. (2011). Buku Ajar Bedah. Jakarta: EGC.
Samantha, Joplin, Der, Z. R., Frederick, Joshua, & Piter, W. (2015). Medication Adherence in Patient With Rhemattoid Arthritis : The Effect of Patient Education, Health Literacy, and Musculoskeletal Ultrasound. Biomed Research International.
Sarosi, G. (2016). Appendicitis’ in Sleisenger and Fordtran’s Gastrointestinal and Liver Disease, 10th edn. United States of America: M. Feldman, L.S. Friedman & L.J. Brandt, Saunders.
Saryono. (2010). Kumpulan Instrumen Penelitian Kesehatan. Jogjakarta: Mitra Cendekia Presa.
Sifri, C., & Madoff, L. (2015). Appendicitis’ in Mandell, Douglas, and Bennett’s Principles and Practice of Infectious Disease, 8thedn. Philadelphia: Elsevier, Inc.
Sjamsuhidajat, R., & Jong, W. d. (2009). Buku Ajar Ilmu Bedah : Edisi 2. Jakarta: EGC.
Sjamsuhidajat, R., & Wim, d. J. (2009). Buku Ajar Ilmu Bedah edisi 2. Jakarta: EGC.
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddart, Edisi 8. Jakarta: EGC.
Soekidjo, N. (2010). Etika dan Hukum Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Soewito, B. (2017). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kcemasan Pada Pasien Pre Operasi Apendisitis di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Siti Aisyah Kota Lubuklinggau. Prodi Keperawatan Lubuklinggau Volume 5 Nomor 2.
Soewito, B. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Apendisitis Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Siti Aisyah Kota Lubuklinggau. Sumatera Selatan: Prodi Keperawatan Lubuklinggau, Volume 5, Nomor 2, Desember 2017.
Stuart, & Laraia. (2009). Buku Saku Keperawatan Jiwa (Terjemahan). Jakarta: EGC.
Stuart, & Sundeen. (2009). Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.
Stuart, G., & Sundeen. (2009). Keperawatan Jiwa ; Edisi 3. Jakarta: EGC.
Sudigdo. (2011). Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung Seto.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suliswati. (2009). Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC.
Suliswati, d. (2009). Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC.
Sumijatun. (2011). Membudayakan Etika dalam Praktik Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Suparman. (2012). Hubungan Antara Pengetahuan Operasi dengan Tingkat Kecemasan Pre Operasi pada Pasien General Anestesi di IBS RSUD Muntilan Kabupaten Magelang.
Susilo, W. H., Aima, M., & Suprapti, F. (2014). Biostatistika Lanjut dan Aplikasi Riset. Jakarta: Trans Info Media.
Trismiati. (2009). Psikologi Keperawatan dan Kecemasan. Jakarta: EGC.
Williams, L., & Wilkins. (2011). Nursing : Memahami Berbagai Macam Penyakit : Alih Bahasa Paramita. Jakarta: PT. Indeks.
Zalon. (2009). Gambaran Tingkat Kelelahan Pada Pasien Post Bedah Mayor.
Zasali, I. (2017). Manfaat Pendidikan Kesehatan.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.




