HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK DENGA SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS Xl DI SMA KRISTEN RANTEPAO TAHUN 2024

  • Yahya Handayani Mangapi Institut Toraja Raya Indonesia
  • Olgrid Algarini Allo Institut Toraja Raya Indonesia
  • Yanti Saruran Institut Toraja Raya Indonesia
Keywords: Remaja Putri, Siklus Menstruasi, Tingkat Stress Dan Aktivitas Fisik

Abstract

Siklus menstruasi idealnya teratur setiap bulan dengan rentang waktu 21-35 hari setiap periode menstruasi. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi salah satunya stres dan aktivitas fisik. Salah  satu tanda remaja yang memasuki masa pubertas  adalah berfungsinya organ reporduksi yaitu menarche (menstruasi yang pertama ) bagi remaja putri. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui tingktar stress dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri di Sma Kristen Rantepao TAHUN 2024.

Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi-siswi kelas Xl berjumlah 40 orang dengan teknik penentuan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen  pemgumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala total sampling dan Likert . Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25. Data diuji statistik Chi- Square dengan tingkat ketelitian 5% (0,05).

Distribusi karakteristik remaja menujukkan mayoritas memiliki aktifitas fisik kategori sering berjumlah 33 responden (82,5%) dan siklus menstruasi mayoritas responden memiliki siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 32 responden (80,0%)  mayoritas responden memiliki tingkat stres ringan sebanyak 32 responden (80,0%). Hubungan Aktivitas fisik dengan siklus menstruasi mengunakan skala Chi-square diperoleh nilai p-value = 0,00 < dari nilai α (0,05). Fisher’s Exact Test didapatkan nilai p=0,444 (p<0,05).

Kesimpulan  dalam penelitian ini ada hubungan tingkat stres dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri di Sma Kristen Rantepao Tahun 2024. Diharapkan kepada siswi-siswi remaja mengatur atau mengontrol aktivitas fisiknya serta selalu menyediakan waktu untuk istirahat dan bersantai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anjarsari dan sari, 2020 dalam (Bernadet apriani, 2022),. Bila masalah yang dihadapi belum diselesaikan dengan baik dapat menyebabkan stress
AR Kurnia, 2021., Kerangka yang baik dapat memberikan informasih yang jelas kepada penelitian dalam memilih desain penelitian
Dwi Yuliana A, Badriyah L. Hubungan Tingkat Stres dengan Gangguan Menstruasi pada Remaja Putri di wilayah Kerja Puskesmas Alai Ilir 68 Kabupaten Tebo Provinsi Jambi Tahun 2022. Junal Kesehat Ibu dan Anak Lailatul Badriyah. 2022;1(2):36–41.
Dwivanissha, 2020,. Aktivitas fisik merupakan gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi atau pembakaran kalori. Aktivitas fisik dibagi menjadi 3 kategori yaitu rendah, sedang dan tinggi.
Depkes RI,2017 dalam (podang, 2021)., hubungan asupan nutrisi dengan siklus menstrusi pada remaja % siklus normal dan 11,6% siklus tidak normal.
Errol Norwitz (2018) menstruasi adalah perdarahan uterus yang terjadi secara siklik dan dialami sebagai besar wanita usia reproduksi.
ELZA, 2020 Rapid Assesment of Physical Activity merupakan kuesioner yang dikembangkan oleh University of Washington Health Promotion Research Center untuk mengukur level dan intensitas aktivitas fisik (University of Washington Health Promotion Research Center, 2006) dalam.
Fathonah, dkk (2016) menyatakan bahwa aktivitas fisik dibagi menjadi dua aktivitas fisik internal dan eksternal:
Hikma dkk,.2021) dalam (Ramdiana & Legiran, 2023). Salah satu tanda remaja yang memasuki masa pubertas adalah berfungsinya organ reporduksi yaitu menarche (menstruasi yang pertama ) bagi remaja putri dan mimpi basah bagi laki-laki .
Irwan dan Hastuti (2021)., Penelitian ini sejalan pada penelitian yang dilakukan menujukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada siswi di SMK Farmasi AL Makassar Kabupaten Gowa Tahun 2021.
Kartika, 2017,. Sampel merupakan sebagian dari populasi yamg mewakili dari suatu adalah populasi.
Kusumawati D, Indana A, Faridah U, Ardiyati RA. Hubungan Aktivitas Fisik dengan Siklus Menstruasi pada Siswi MA Ma’ahid Kudus. Pros Univ Res Colloq [Internet]. 2021;924–7. Available from: http://repository.urecol.org/index.php/proceeding/article/view/1500
Kemenjes, 2021 Maka penting kita pahami bahwa penanganan masalah remaja perlu dilakukan secara menyeluruh yang menyasar pada faktor internal dan eksternal
Mery Ramadani 2021 Remaja harus mempelajari etika seperti apa yang digunakan kepada Masyarakat
Manihuruk M. T 2022 Fase yang penuh gejolak emosi dan tidak seimbang seorang remaja yang tercakup dalam “badai dan tekanan jiwa”, yaitu masa di mana terjadi perubahan besar secara fisik, intelektual, dan emosional pada diri seseorang yang menyebabkan kesedihan dan kebimbangan (konflik) pada yang bersangkutan.
Rahma, 2021., Lapisan tersebut dirancang untuk tempat persinggahan embrio sehingga apabilah embrio tidak berada di dinding uterus, maka akan luruh.
Rarta Dewi Pudiastuti, 2016. Menstruasi merupakan siklus masa subur dan terjadi saat lapisan dinding Rahim luruh dan keluar dalam bentuk gumpalan darah
Rahmadan, 2021. Hipotesis merupakan penjelasan sementara gejala-gejala, tingkat laku atau suatu kejadian tertentu yang udah terjadi atau yang mau terjadi
Tristiana, 2017. Semakin tinggi frekuensi dan intensitasnya, maka resiko terjadinya gangguan menstruasi akan meningkat
Utami (2022) dalam (Komang, 2023), pada fase remaja mulai adanya perubahan fisik, emosi dan psikososial
Sari,Word health statistics 2019: monitoring health for the SDGs, sustainable development goals. Geneva: World Health Organization; 2019. Licence: CC BY-NC-SA 3.0 IGO. 2022 jul 08. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/97892 41565707
Sugiyono, 2019., Populasi generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan ditarik kesimpulnya
Sugioyono, 2019. Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
Tristiana, 2017. Semakin tinggi frekuensi dan intensitasnya, maka resiko terjadinya gangguan menstruasi akan meningkat
Utami (2022) dalam (Komang, 2023), pada fase remaja mulai adanya perubahan fisik, emosi dan psikososial.
Wijayanti, 2019 dalam (tangdilintin, 2020)., Usia remaja putri pada pertama kalinya muncul menstruasi (menarche) bervariasi yaitu antara 10-16 tahun, tetapi rata-ratanya 12,5 tahun dan berlangsung hingga menopause (biasanya terjadi sekitar usia 45-55 tahun)
Yuni dan Ari, 2020 dalam (Nur salmawati1 Andi sayasari Usman nur fajariyah, 2022). Aktivitas fisik dengan intenstitas tinggi dapat meningkatkan penghambatan gonadotropin-releasing hormone (GnRH) yang dapat menurunkan kadar estrogen serum yang pada akhirnya dapat menyebabkan menganggu siklus menstruasi pada wanita
Published
2024-12-10
How to Cite
Handayani Mangapi, Y., Algarini Allo, O., & Saruran, Y. (2024). HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK DENGA SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS Xl DI SMA KRISTEN RANTEPAO TAHUN 2024. Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif, 9(1), 149-160. https://doi.org/10.56437/jikp.v9i1.227

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 > >>