PENGARUH TERAPI REBUSAN AIR DAUN SELEDRI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI LEMBANG LA’BO’ KECAMATAN SANGGALANGI’KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2023
Abstract
Hipertensi yang tidak diobati menyebabkan komplikasipada organ penting seperti jantung, mata, ginjal dan otak,sementara pengobatan hipertensi termasuk terapi non farmakologis yang dapat dilakukan dengan cara pemberian rebusan air daun seledri. Daun seledri dinilai memiliki kandungan yang cukup efektif untuk menurunkan tekanan darah sehingga menjadikan seledri sebagai pencega hanpeningkat kantekanan darah sistolik maupun diastolik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan air daun seledri terhdap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian menggunkan penelitian quasyexperimen designdengan pendekatan randomized pretest-posttest control design.
Populasi dalam penelitia ini dalah pasienpenderitah i pertensiderajat I (ringan) danderajat II (sedang) Di LembangLa’boKecamatan Sanggalangi dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang.Responden dipilih mengguna kan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 15 orang. Dimana sebelum diberikan terapi rebusan air daun seledri responden yang menderita tekanan darahderajat I sebanyak 12 orang, derajat II sebanyak 3 orang, setelah di berikan intervensi didapatkan hasil penderitah ipertensiderajat I sebanyak 2 orang derajat II 1 orang dante kanan darah normal sebanyak 12 orang.
Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil uji statistik dengan program windows SPSS versi 26, ujistatistik Paired Sampel Test pada kelompok intervensi didapatkan nilai p= 0,000 yang berarti ada pengaruh yang bermakna sebelum dan sesudah dilakukan pemberian rebusan air daun seledri pada kelompok intervensi. Ujistatistik Man-Whitney pada kelompok perlakuan didapatkan p value = 0,000 atau p<0,05.
Kesimpulan dari penelitian ini adalahadap pengaruh terapire busan air daun seledri padapenderitahipertensi di lembangLa’bo. Untuk itu penderita hipertensi diharapkan dapat menerapkan penggunaan terapi rebusan air daun seledri sebagai pengobatan alternative karenap ada daun seledri terdapat kandunga nlikopain, bioflavonoid, dan kalium yang dapat menurunkan tekanan darah.
Downloads
References
AnggaraDwi, F. d. (2013). faktor-faktor yang berhubungan dengan tekanan darah di puskesmas telaga murni cikaranag barat. . Jakarta: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol 5/No.1.
AHA.(2011). Kejadian Sistematis Terhadap Faktor Resiko Hipertensi. Jouurnal Of Health Science and Prevention, 2(1).48-56
Dines Kesehatan Sulsel, (2020).Angka Kejadian Hipertensi di Sulawesi Selatan
Dinas Kesehatan. Torut (2022).Jumlah Penderita Hipertensi Di KabupatenToraja Utara.Toraja Utara: Dinas Kesehatan.
Hidayat, A. A. (2010). Metodologi Dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika
Intan M. 2017.Gambaran Tekanan Darah Pada Masyarakat Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kemedangan
Iin Ira Kartika, M. (2017).Buku Ajar Dasar-dasar Riset Keperawatan Dan Pengolahan Data Statistik. Jakarta: Trans Info Media.
Ismael, S. S. (2011). Dasar-Dasar Metode Penelitian Klinis. Jakarta: SagungSeto.
KEMENKES.(2019). Hipertensi Penyakit Paling Banayak Di Dapat Pada Masyarakat.Jakarta:http://www.kemkes.go.id/article/view/19051700002/hipertensi-penyakitpaling-banyak-didap-masyarakat-html
Kelana Kusuma Dharma. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta Timur: CV. Trans Info Media
Kemenkes RI. (2014). Pusdatin Hipertensi. Infodation
Kowalak (2017). Pemicu Penyakit Hipertensi
Masriadi, M. D. (2019). Analisis factor risiko dengan kejadian hipertensi.
Watansoppeng: Jurnal Kesehatan Global .
Maria, N. (2021) Pemberian Rebusan Daun Seledri. Jakarta: Rineka Cipta
Murray RK, B. D. (2009).Harper'S Illustrated Biochemistry. USA:Mc.GrawHill Companies..
Nasution.H .(2011). Hubungan Stres Dengan Kejadian Hipertensi. Sumatra Utara: Universitas Sumatra Utara.
Niluh Gede Yasmin Asih, S. ,&Christantie Effendy, S.Kp. (2002). Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Notoadmodjo, S. (2012).Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo.(2010). Ilmu Perilaku Kesehatan EdisiRevisi. Jakarta: Rineka Cipta.organization, W. h. (2013). global NCD target reduce high bloodpressure. www.who.int/beat-ncds/take-action/policy-brief-reduce-high-bloodpressure.pdf.2januari 20
Potter, P. D. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, Dan Praktik.Jakart: EGC.
Smelzer, S.C, &Bere B.G. (2007). Medical Surgical Nursing (9 thed). Philadelphia: LippincotWiliam& Wilkins.
Soeryoko E. (2016). RebusanDaunSeledri
Sugiyono. (2018). MetodePenelitianKuantitatifKualitatifdan RD. Bandung: Alfabeta
Suhadi, R. (2016). Seluk Beluk Hipertensi: Peningkatan Kompetensi Klinis Untuk Pelayanan Kefarmasian. Yogyakarta: SANATA DHARMA UNIVERSITY PRESS.
Susila ,&Suyanto. (2014). Metode Penelitian Epidemilogi. Yogyakarta: Bursa Ilmu
Triyanto, E. (2014). Pelayanan Keperawatan Bagi Penderita Hipertensi Secara Terpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Tambayong, d. J. (2000).Patofisiologi Untuk Keperawatan. Jakata: EGC
Watanabe, (2016).Pemberian Rebusan Daun Seledri. Jakarta: RinekaCipta
WHo. (2013). A Global Brief On Hypertension-Silent Killer, Global Public Crisis . Geneva: Who Press.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.




