Gerakan Masyarakat Sadar Stunting dan Edukasi PHBS di kelurahan Panta’nakan Lolo, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara

  • Regina Reni Ranteallo Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja
  • Tandi Palette Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja
  • Adriana Mapandin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tana Toraja
Keywords: Germas, Stunting, Edukasi, PHBS

Abstract

Gerakan Masyarakat Sadar Stunting dan Edukasi PHBS di kelurahan Panta’nakan Lolo, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara adalah respon aktif terhadap target penurunan angka stunting. Kejadian stunting di kelurahan Panta’nakan Lolo berjumlah 93 anak (29%) usia 0-5 tahun dari total anak 320 orang. Mitra dalam Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) ini adalah Ibu PKK kelurahan Panta’nakan Lolo yang terdiri dari  35 orang. Masyarakat kelurahan Panta’nakan Lolo memiliki masalah kesehatan yaitu tingginya kasus stunting di kelurahan Panta’nakan Lolo, minimnya pengetahuan tentang stunting 2) minimnya pengetahuan masyarakat dalam berperilaku hidup bersih dan sehat, minimnya pengetahuan dalam penyediaan pangan sehat dan bergizi untuk pencegahan stunting, kurangnya edukasi dan kampanye pada BUMIL tentang Risiko Stunting dan 1000 hari pertama kehidupan dan masyarakat kurang memiliki kepedulian terhadap pencegahan dan deteksi dini stunting. Metode yang dilakukan yaitu health education dan health prevention, kegiatan yang telah dilaksanakan: Edukasi dan kampanye pada BUMIL tentang Risiko Stunting dan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan dan edukasi PHBS, Pemasangan poster tinggi badan di rumah masyarakat dimana terdapat ibu hamil dan anak dibawah umur 2 tahun, pelatihan massage bayi terhadap kader dan ibu dan Pembagian makanan tinggi protein ke rumah warga terdapat ibu hamil dan anak dibawah umur 2 tahun. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Presiden Targetkan Angka Stunting di Indonesia Turun hingga 14 persen pada 2024 [internet]. Jakarta; 2023 [dikutip 4 April 2023]. Tersedia dari: https://www.setneg.go.id.index
[2] Annur Mutia Cindy. Prevalensi Balita Stunting Indonesia Berdasarkan Provinsi [internet] Jakarta; 2022 [dikutip 4 April 2023]. Tersedia dari: https://databoks.katadata.co.id
[3] Sari, MT, Daryanto & Oesmani M. Maternal Characteristics And Knowledge On The Risk Of Childhood Stunting At Simpang Kawat Community Health Center [internet] Jambi; 2020 [dikutip 4 April 2023] The 7th International Conference on Public Health Solo, Indonesia. 279-284. Tersedia dari: https://doi.org/10.26911/the7thicph-FP.03.32
[4] Almatsier, Sunita., dkk. Gizi seimbang dalam Daur Kehidupan. Jakarta; PT. Gramedia Pustaka Utama. 2015
[5] Boediman, Dradjat. Sehat Bersama Gizi. Jakarta ; CV. Sangung Seto. 2015
[6] Sumijatun, Susliswati., dkk. Konsep dasar keperawatan Komunitas. Jakarta: EGC. 2015
[7] Yuwanti. Faktor-faktor yang mempengaruhi Stunting pada Balita di Kabupaten Grobogan [internet]. Jawa Timur; 2021 [dikutip 4 April 2023]. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendikia Utama. Tersedia dari https://www.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id
[8] Usdatin. Topik Utama: Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. [internet]. Jakarta 2018 [dikutip 4 April 2018] Tersedia dari: https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/buletin/Buletin-Stunting
Published
2023-12-07
How to Cite
Reni Ranteallo, R., Palette, T., & Mapandin, A. (2023). Gerakan Masyarakat Sadar Stunting dan Edukasi PHBS di kelurahan Panta’nakan Lolo, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara. Jurnal Pengabdian Kesehatan Promotif, 2(2), 21-29. Retrieved from https://journal.stikestanatoraja.ac.id/jpkp/article/view/143

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>