PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI BALITA DIPOSYANDU LEMBANG SA’DAN TIROALLO KECAMATAN SA’DAN KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2025

  • Junelty Almar Institut Toraja Raya Indonesia
  • RIzaldi Institut Toraja Raya Indonesia
  • Erisma Musa Institut Toraja Raya Indonesia
Keywords: Pemberian, Makanan Tambahan, Balita

Abstract

Masalah gizi disebabkan oleh berbagai faktor. Kekurangan asupan makanan bergizi dan atau seringnya terinfeksi penyakit menjadi salah satu penyebab langsung terjadinya masalah gizi. Pola asuh yang kurang tepat, kurangnya pengetahuan, sulitnya akses ke pelayanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh secara tidak langsung terhadap akses makanan bergizi dan layanan kesehatan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada Balita dan upaya pencegahan STUNTING. Kegiatan PMT lokal tersebut  tidak hanya memberikan makanan tambahan saja tetapi disertai dengan edukasi, penyuluhan, konseling gizi dan kesehatan agar dapat mempercepat proses perubahan perilaku ibu dan keluarga dalam pemberian makan yang tepat sesuai dengan umur, penyiapan makanan, pemilihan bahan makanan keamanan pangan. Sasaran dari PMT adalah Balita Gizi Kurang, Balita Berat badan Kurang dan Balita dengan Berat Badan Tidak Naik, hal ini bertujuan agar Berat badan Balita kembali naik secara adekuat mengikuti kurva pertumbuhan, Berat Badan Kembali Normal dan menjadi Gizi Baik sehingga Kondisi Stunting pada Balita dapat dicegah.

Kegiatan tahap pelaksanaan dimulai dengan survei lapangan ke Lembang Sa’dan Tiroallo kecamatan sa’dan kabupaten Toraja Utara. Survei lapangan dilakukan oleh Anggota pengabdian pada tanggal 03 Maret 2025. Tim pengabdian melakukan diskusi dengan TIM Kesehatan yang ada di Puskesmas Sa’dan Malimbong di Wilayah Lembang Sa’dan Tiroallo Kecamatan Sa’dan Kabupaten Toraja Utara. Tanggal  Pelaksanaan tanggal 06 Maret 2025 Pukul 08–Selesai, Tempat Di Kantor Lembang Sa’dan Tiroallo Kecamatan Sa’dan Kabupaten Toraja Utara.

Hasil:Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh  dosen dan mahasiswa Institut Toraja Raya Indonesia tahun 2025.

Perencanaan kegiatan dimulai dengan survei lapangan oleh onggota Tim pengabdian. Survei lapangan dilakukan oleh tim pengabdian pada tanggal 03 Maret 2025. Tim pengabdian melakukan TIM Kesehatan di Puskesmas Sa’dan Malimbong yang berada di wilayah lembang sa’dan Tiroallo. Permasalahan yang ditemukan adalah kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga dalam pemberian makan yang tepat sesuai dengan umur, penyiapan makanan, pemilihan bahan makanan keamanan pangan. Kegiatan dimulai pada tanggal 06 Maret 2025 mengenai pemberian makanan tambahan bagi balita. Hasil dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman bagi ibu dan keluarga serta masyarakat di Lembang sa’dan Tiroallo mengenai gizi pada Balita.

Kesimpulan: Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis Institut Toraja Raya Indonesia. Kepala lembang dan TIM Kesehatan di Puskesmas Sa’dan Malimbong  yang merupakan Mitra dari Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI). Kegiatan pengabdian berjudul pemberian makanan tambahan Bagi Balita.

Downloads

Download data is not yet available.

References

PUSTAKA
Akbar, F., Binti Ambo Hamsa, I., Darmiati, Hermawan, A., & Muspiati Muhajir, A. (2021). strategi menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita. Deepublish.
Baskoro, A. (2023). Pemberian Makanan Tambahan pada Balita. https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberian-makanan-tambahan-pada- balita
Fentia, L. (2020). Faktor resiko gizi kurang pada anak usia 1-5 tahun dari keluarga miskin. NEM.
Kemekenes R.I 2020
Masri, E., Sari, W. K., & Yensasnidar, Y. (2021). Efektifitas Pemberian Makanan Tambahan dan Konseling Gizi dalam Perbaikan Status Gizi Balita. JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis’s Health Journal), 7(2), 28–35. https://doi.org/10.33653/jkp.v7i2.516
Media Harumi, A., Eka Kusuma Wardani, N., & Mar’atus Sholikah, S. (2023). analisis program PMT (pemberian makanan tambahan) dan PIS-PK (program indonesia sehat dengan pendekatan keluarga terhadap upaya penurunan stanting). NEM.
Muliani, Sriama Safinatunnaja, Bq Mardianti, N. L. (2021). Hubungan Waktu Pemberian Makanan Tambahan Dengan Status Gizi Balita. JMSWH Journal of Midwifery Science and Women"s Health, 2(1), 26–30. https://doi.org/10.36082/jmswh.v2i1.360
Mutia Annur, C. (2023). Selain Stunting, Ini Deretan Masalah Gizi yang Kerap Dialami Balita di Indonesia. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/02/03/selain- stunting-ini-deretan-masalah-gizi-yang-kerap-dialami-balita-di- indonesia
Noordiati. (2018). Asuhan kebidanan neonatus, bayi, balita dan anak prasekolah. Wineka Media.
Pencegahan Infeksi pada Anak. (n.d.). Retrieved January 24, 2024, from https://ayosehat.kemkes.go.id/topik/pencegahan-infeksi-pada-anak
RISKESDAS. (2018). Prevalensi Gizi kurang dan gizi buruk.
Published
2025-06-16
How to Cite
Almar, J., RIzaldi, & Musa, E. (2025). PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BAGI BALITA DIPOSYANDU LEMBANG SA’DAN TIROALLO KECAMATAN SA’DAN KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2025. Jurnal Pengabdian Kesehatan Promotif, 4(1), 86-93. Retrieved from https://journal.stikestanatoraja.ac.id/jpkp/article/view/284
Section
Artikel