PENYULUHAN KESEHATAN CEGAH STUNTING (KERDIL), PENTING CUKUP GIZI, LENGKAPI IMUNISASI DAN SANITASI LINGKUNGAN DI LEMBANG PAONGANAN DUSUN MATANDE KECAMATAN BUNTU PEPASAN TAHUN 2024
Abstract
Stunting merupakan suatu keadaan dimana tinggi badan anak lebih rendah dari rata – rata untuk usianya karena kekurangan nutrisi yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada ibu selama kehamilan atau pada anak saat sedang dalam masa pertumbuhan.
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.
Kegiatan tahap pelaksanaan dimulai dengan survei lapangan ke Kecamatan Buntu Pepasan, tepatnya di Lembang Paonganan. Survei lapangan dilakukan oleh tim pengabdian pada tanggal 26 Februari 2024. Tim pengabdian melakukan diskusi dengan Camat Buntu Pepasan, Kepala Lembang Paonganan, Kepala Dusun Matande dan Pendeta Gereja Toraja Jemaat Matande. Tanggal pelaksanaan yaitu 09 Maret 2024 Pukul 08.30 Wita sampai selesai, tempat pelaksanaannya di Gedung Gereja Toraja Jemaat Matande.
Hasil : Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Institut Toraja Raya Indonesia tahun 2024.
Perencanaan kegiatan dimulai dengan survei lapangan oleh tim pengabdian. Survei lapangan dilakukan oleh tim pengabdian pada tanggal 26 Februari 2024. Tim pengabdian melakukan diskusi dengan Camat Buntu Pepasan, Kepala Lembang Paonganan, Kepala Dusun Matande dan Pendeta Gereja Toraja Jemaat Matande. Permasalahan yang ditemukan adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai stunting dan cara pencegahan stunting. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa solusi yang telah disetujui oleh Camat Buntu Pepasan, Kepala Lembang Paonganan, Kepala Dusun Matande dan Pendeta Gereja Toraja Jemaat Matande.
Kegiatan dimulai pada tanggal 09 Maret 2024 pukul 08.30 Wita, berupa penyuluhan cegah stunting (kerdil), pentingnya cukup gizi, lengkapi imunisasi dan sanitasi lingkungan di gedung Gereja Toraja Jemaat Matande. Penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa dan dosen program studi S1 Keperawatan Institut Toraja Raya Indonesia. Hasil dari kegiatan ini adalah informasi penting mengenai stunting, cara mencegah stunting, dan diakhir kegiatan tim pengabdian mendistribusikan beberapa makanan pendamping ASI (MP-ASI) berupa biskuit, bubur ayam untuk bayi dan balita, juga mendistribusikan biskuit untuk ibu hamil.
Kesimpulan: Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis prodi oleh mahasiswa dan dosen Program Studi S1 Keperawatan Institut Toraja Raya Indonesia di Gedung GerejaToraja Jemaat Matande, Dusun Matande, Lembang Paonganan, Kecamatan Buntu Pepasan Kabupaten Toraja Utara yang merupakan Desa Binaan Komunitas Institut Toraja Raya Indonesia. Kegiatan pengabdian berjudul Penyuluhan Kesehatan Cegah Stunting (Kerdil), Penting Cukup Gizi, Lengkapi Imunisasi dan Sanitasi Lingkungan di Lembang Paonganan, Kecamatan Buntu Pepasan Tahun 2024.
Downloads
References
Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sunardi, T. dan Priyadi, A. (2013). Gizi Seimbang dalam Kehidupan Sehari-hari. Jakarta: Pustaka Obor Indonesia.
Martini, E. (2014). Pedoman Imunisasi. Jakarta: Penerbit Kemenkes RI.
Surjadi, C. (2003). Sanitasi Lingkungan untuk Kesehatan. Jakarta: Penerbit UI-Press.
Semba, R. D., & Bloem, M. W. (2001). The role of nutrition in the prevention of stunting: Summary of present knowledge and research priorities. European Journal of Clinical Nutrition, 55(4), 353-359.
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., et al. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427-451.
Bhutta, Z. A., Das, J. K., Rizvi, A., et al. (2013). Evidence-based interventions for improvement of maternal and child nutrition: What can be done and at what cost? The Lancet, 382(9890), 452-477.
Walker, C. L. F., Rudan, I., Liu, L., et al. (2013). Global burden of childhood pneumonia and diarrhoea. The Lancet, 381(9875), 1405-1416.
World Health Organization (WHO). (2006). WHO Child Growth Standards: Length/Height-for-Age, Weight-for-Age, Weight-for-Length, Weight-for-Height and Body Mass Index-for-Age: Methods and Development. Geneva: WHO.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pencegahan dan Penanganan Stunting. Jakarta: Kemenkes RI.
UNICEF. (2019). State of the World's Children 2019: Children, Food and Nutrition - Growing Well in a Changing World. New York: UNICEF.
World Health Organization (WHO). (2013). Essential Nutrition Actions: Improving Maternal, Newborn, Infant and Young Child Health and Nutrition. Geneva: WHO.
World Health Organization (WHO). www.who.int
UNICEF Indonesia. www.unicef.org/indonesia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. www.kemkes.go.id
UNICEF. (2023). Levels and trends in child malnutrition. Diakses dari UNICEF Data.
WHO. (2023). Global nutrition targets 2025: stunting policy brief. Diakses dari WHO.
BMC Public Health. (2023). Relationship of stunting with water, sanitation, and hygiene (WASH) practices among children under the age of five: a cross-sectional study in Southern Punjab, Pakistan. Diakses dari BMC Public Health.
BMC Nutrition. (2023). Water, hygiene and sanitation practices are associated with stunting among children of age 24-59 months in Lemo district, South Ethiopia. Diakses dari BMC Nutrition.
WHO. (2023). Childhood Stunting: Context, Causes and Consequences - Conceptual framework. Diakses dari WHO.
Hak Cipta dan Lisensi
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi Creative Commons CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.


