GAMBARAN KEJADIAN SHIVERING PADA PASIEN INTRA SPINAL ANESTESI DI RUANG KAMAR OPERASI RSUD LAKIPADADA TANA TORAJA

  • Joni Salu Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa
  • Eza Kemal Firdaus Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa
  • Dwi Novitasari Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa
Keywords: Shivering, Anastesi, Intra Spinal

Abstract

Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani. Akibat dari prosedur pembedahan pasien akan mengalami beberapa masalah salah satunya diakibatkan oleh efek anestesi. Kebanyakan dari anestesi mengubah kontrol suhu inti tubuh, menghambat respon termoregulasi terhadap dingin, seperti vasokonstriksi dan tremor. Salah satu komplikasi yang ditimbulkan dari anestesi spinal yakni Post Anaesthetic Shivering (PAS). Tujuan pada penelitian ini yaitu Untuk mengetahui gambaran kejadian Shivering pada pasien intra spinal anastesi di Ruang Kamar Operasi RSUD. Lakipadada Tana Toraja.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah non eksperimen dengan studi  deskriptif untuk mengetahui gambaran kejadian Shivering pada pasien intra spinal anastesi di Ruang Kamar Operasi RSUD. Lakipadada Tana Toraja dengan pendekatan subjek yang digunakan adalah dengan pengamatan cross sectional. Pengambilan sempel penelitian ini menggunakan consecutive sampling. Subjek penelitian ini yaitu pasien yang akan dilakukan tindakan operasi dengan spinal anestsi yang memenuhi kriteria berjumlah 30 responden

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas jenis kelamin responden adalah perempuan sebanyak 22 (73.3%), mayoritas umur responden adalah remaja akhir (17-25 tahun) sebanyak 12 (40.0%) responden, mayoritas tindakan operasi responden adalah appendictomy sebanyak 15 (50.0%) responden, sectio secarea sebanyak 14 (46.7%) dan histerectomy sebanyak 1 (3.3%), terapi yang digunakan jenis bucain sebanyak 15 (50.0%) responden dan terapi yang digunakan kombinasi bucain dan fentanil sebanyak 15 (50.0%) responden dan mayoritas kejadian shivering adalah terjadi shivering sebanyak 20 (66.7%).

Diharapkan kepada peneliti selanjutnya penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang kejadian pada pasien intra spinal anestesi. Bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian serupa, dapat menambahkan jenis dosis obat spinal yang digunakan, dan dapat menambah faktor-faktor penyebab lainnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buggy, D., & Crossley, A. (2000). Thermoregulation, mild perioperative hypothermia and post-anaesthetic shivering. Br J Anaesth.
Campbell, G. (2015). Warming of intravenous and irrigation fluids for preventing inadvertent perioperative hypothermia’, Cochrane Database of Systematic Reviews,.
Depkes RI. (2009). Standar Pelayanan Anestesiologi dan Reanimasi Rumah Sakit. Jakarta: Depkes RI.
Fauzi, N. A. (2014). Gambaran Kejadian Menggigil (Shivering) Pada Pasien dengan Tindakan Operasi Yang Menggunakan Anestesi Spinal di RSUD Karawang. Universitas Islam Bandung.
Gwinnut. (2018). Catatan Kuliah Anestesi Klinis. EGC.
Irianto. (2017). Pedoman Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Kemenkes, R. (2011). Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak Tahun 2010.
Latief, Suryadi, & Dahlan. (2015). Petunjuk Praktis Anestesiologi Edisi kedua Bagian Anestesiologi dan Terapanintensif. Jakarta: FKUI.
Mangku, G., & Senapathi, T. (2020). Buku Ajar Ilmu Anestesi dan Reaminasi. Jakarta: Indeks.
Manurung. (2018). Keperawatan Medikal Bedah Jilid 1. Trans Info Media.
Mashitoh, Mendri, & Majid. (2018). Lama Operasi Dan Kejadian Shivering Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi. Jurnal Keperawatan Terapan (e-Journal),.
Mililizia, A., Fitriany, J., & Siregar, D. (2020). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Post Anesthetic Shivering Pada Pasien Anestesi Spinal Di Instalasi Bedah Sentral Ppk Blud Rsud Cut Meutia Aceh Utara. Aceh: Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial Dan Budaya.
Miller, R., & MCPardo. (2018). Basics of anesthesia. 6th ed. America: Elseiver.
Mulyandari, R. (2020). Hubungan Lama Bedah Abdomen Dengan Kejadian Shivering Post General Anestesi Di IBS RSUD Wates Kulonprogo.
Nafidah, D. (2022). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Shivering Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi : Literatur Review. Yogyakart: Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta.
Nursalam. (2016). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Pramono, A. (2015). Buku Kuliah Anestesi. Jakarta: EGC.
Puspitasari, & Aliviameita, A. (2019). Buku Ajar Hematologi. UMSIDA Press.
Putri. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan hipotermi pasca general anestesi di Instalasi Bedah Sentral RSUD Kota Yogyakarta. Yogyakarta: Jurnal Publikasi.
Rehatta, Hanindito, Tantri, & Redjeki. (2019). Anestesiologi dan terapi intensif. 1st ed. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sastroasmoro, S. (2014). Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung Seto.
Setiyajati, Wadiyono, & Suryani. (2020). Hubungan Antara Usia dan Lama Operasi Dengan Hipotermi Pada Pasien Pasca Anestesi Spinal di Instalasi Bedah Sentral. Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah, 3(1).
Soenarjo, J. D. (2015). Persiapan preanestesi. 2nd ed. Anestesiologi. Semarang: Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif (PERDATIN).
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitaif. Bandung: Alfabeta.
Suryani. (2016). Asuhan Keperawatan Ibu Post Partum Sectio Caesarea. TIM.
Susila, & Suyanto. (2015). Metodologi Penelitian : Kesehatan dan Kedokteran. Yogyakarta: Bursa Ilmu.
Tamsuri. (2018). Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta: EGC.
Yulianto. (2022). Ketamin dan Meperidin Untuk Pencegahan Menggigil Pasca Anastesi Umum. J Anastesiol Indonesia.
Published
2024-06-10
How to Cite
Salu, J., Kemal Firdaus, E., & Novitasari, D. (2024). GAMBARAN KEJADIAN SHIVERING PADA PASIEN INTRA SPINAL ANESTESI DI RUANG KAMAR OPERASI RSUD LAKIPADADA TANA TORAJA. Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif, 8(2), 165-179. https://doi.org/10.56437/jikp.v8i2.172
Section
Artikel